Seberapa sabar Tuhan kita? Di kitab Kejadian 5:25-29 tertulis:
“Setelah Metusalah hidup 187 tahun, ia memperanakkan Lamekh. Dan Metusalah massih hidup 782 tahun, setelah ia memperanakkan Lameckh, dan ia memperanakkan anak-anak lelaki dan perempuan. Jadi Metusalah mencapai umur 969 tahun, lalu ia mati. Setelah Lamekh hidup 182 tahun, ia memperanakkan seorang anak laki-laki, dan memberi nama Nuh kepadanya…”
sedangkan di Kejadian 7:6 tertulis:
“Nuh berumur 600 tahun, ketika air bah datang meliputi bumi.”
Cobalah lihat diagram di bawah ini.

Ternyata ada dua kejadian yang terjadi bersamaan: Air bah datang dan Metusalah mati. Apakah ini kebetulan? Mari kita lihat arti dari nama Metusalah. Metusalah dalam bahasa asli, artinya adalah “ketika ia mati, itu akan dikirim”, atau “kematiannya akan membawa”.
Metusalah adalah anak Enoch, seorang yang berjalan dengan Tuhan. Sangat mungkin jika Tuhan pernah berkata kepada Enoch bahwa dia ingin memusnahkan manusia, yaitu setelah anaknya mati, sesuai dengan arti nama yang diberikan Enoch kepada anaknya, Metusalah. Dengan demikian Enoch terus menerus memperingati manusia bahwa air bah akan datang, melalui nama anaknya.
Dengan demikian Tuhan telah begitu keras memperingati manusia tentang datangnya air bah melalui nabi Nuh dan tentu juga nama Metusalah ini. Ketika ada orang yang memanggil nama Metusalah, ia akan teringat kembali akan air bah.
Dan Metusalah mencetak rekor di Christian Guinness Book of Record sebagai orang yang umurnya paling panjang. Tetapi secara implisit, Tuhan juga mencetak rekor karena kesabarannya yang begitu panjang menunggu manusia bertobat selama 969 tahun Metusalah hidup.