Esensi Baik-Jahat

Pernahkah kita berpikir apa itu baik dan jahat? Seberapa baikkah baik? Seberapa jahatkah jahat? Apakah baik dan jahat itu relatif? Apakah baik setara dengan jahat?

Mari kita lihat analogi dari dunia sains:

1. Gelap-Terang. Terang terjadi karena ada photon yang berasal dari suatu sumber cahaya, dan photon itu masuk ke mata kita, maka kita mengatakan bahwa itu adalah terang. Faktanya adalah tidak ada yang namanya terang dan gelap. Terang dan gelap adalah kata yang dipakai manusia untuk mempermudah menjelaskan suatu state. Esensi dari Gelap-Terang adalah photon atau cahaya.

2. Panas-Dingin. Di dalam dunia fisika tidak ada yang namanya panas dan dingin, yang ada hanyalah energi. Benda memiliki energi di dalam struktur molekulnya (Statistical Mechanics). Kalau kita menyentuh suatu benda dan benda itu mentransfer panas ke tubuh kita, maka kita bilang benda itu panas. Tetapi kalau kita menyentuh suatu benda yang energinya kecil dan tubuh kita mentransfer panas ke benda itu, kita menyebut benda itu sebagai dingin. Faktanya, tidak ada yang namanya panas dan dingin, yang ada adalah energi dalam molekul.

Demikian halnya dengan Baik-Jahat. 2 kata ini dipakai untuk menjelaskan suatu state. Apakah state itu? Baik adalah state dimana Tuhan turut campur, hadir, dan bertahta. Jahat adalah state dimana Tuhan “sepertinya” tidak ada, karena manusia sendiri yang menolak Tuhan. Esensi Baik-Jahat adalah Tuhan. Karena manusia bisa mengatakan baik atau jahat, maka Tuhan itu ada, karena dia adalah esensi itu.

Pada awalnya Tuhan disertai dengan malaikat-malaikatnya. Pada awalnya semua “baik”, tidak ada yang “jahat”. “Baik” terjadi terlebih dahulu, setelah itu muncullah “jahat”. “Jahat” itu muncul karena iblis yang memberontak dari Tuhan. Pada awalnya iblis adalah malaikat juga, yang pada awalnya baik. Ingatlah bahwa “baik” terjadi lebih dahulu daripada “jahat”.

Banyak kepercayaan manusia yang menyetarakan kekuatan “baik” dan “jahat”, dan mereka saling berperang. Tetapi kita tahu bahwa “baik” adalah superior dan terjadi lebih dulu daripada yang “jahat”. Dan sekarang kita mengerti kenapa Alkitab menyebut bahwa iblis adalah malaikat yang jatuh, bukan kekuatan jahat yang setara dengan Tuhan. “Jahat” adalah pemberontakan dari yang “baik”, dan pada suatu saat dia akan dimusnahkan. Kitab Wahyu menyebutkan bahwa pada akhir zaman iblis akan dilempar ke danau api, diikat untuk selama-lamanya, pada saat itulah kita tidak akan lagi menyebut “baik” dan “jahat”, karena pada saat itu  Tuhan bertakhta di bumi, dan karena cuma ada 1 state di sini yaitu “baik”, maka “jahat” tidak akan mempunyai arti.

Advertisements
Published in: on November 12, 2008 at 10:26 am  Leave a Comment  

The URI to TrackBack this entry is: https://ricksensw.wordpress.com/2008/11/12/esensi-baik-jahat/trackback/

RSS feed for comments on this post.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: