Perjalanan Manusia mencari Tuhan

Di dalam sejarah, manusia selalu saja ingin mencari Tuhan. Hal ini disebabkan karena di dalam hati mereka tertanam suatu keinginan yang kuat terhadap Tuhan. Ini adalah pemikiranku tentang perjalanan manusia sepanjang sejarah untuk mencari dia yang disebut Tuhan.

Mari kita mulai dari sejarah manusia yang telah ditemukan oleh para sejarawan. Dimulai dari usaha manusia yang pertama untuk mencari Tuhan, sejarah telah mencatat bahwa manusia purba menyembah pohon besar, roh dari nenek moyang, atau bahkan gunung. Mereka melihat sesuatu yang begitu luar biasa di alam ini, atau sesuatu yang mereka takuti, dan mereka menyembahnya. Waktu berjalan terus dan mereka mulai bercocok tanam dan mereka sadar mereka perlu hujan. Mereka mulai memberikan persembahan bakaran dengan harapan bahwa hujan akan turun. Sejarah bahkan mencatat mereka mulai melakukan ritual untuk penguburan dan penyembahan terhadap roh nenek moyang. Inilah kepercayaan dari zaman batu, perunggu, sampai zaman besi.

Selanjutnya ketika mereka mulai berkembang ke masyarakat dan negara, mulailah ditemukan politheism, yaitu mereka menyembah banyak dewa. Orang yang bertani akan menyembah dewa kesuburan, dewa hujan, orang yang yang mau menemukan cinta mereka akan menyembah dewa cinta, dsb. Mereka menemukan banyak aspek di kehidupan mereka dimana mereka perlu tuhan dan menyembahnya. Salah satu contoh dari masyarakat yang seperti ini adalah orang Yunani, yang kebudayaannya sudah maju saat itu. Orang Yunani percaya kepada banyak dewa yang mempunyai peranan berbeda-beda dalam aspek kehidupan manusia. Mereka adalah orang-orang yang sangat religius, bahkan kita bisa melihat patung yang tertulis ‘kepada dewa yang tidak diketahui’ karena takut akan hukuman dari dewa yang mereka tidak tahu karena mereka tidak menyembah dan menghormatinya.

Apakah kita sadar bahwa semuanya ini adalah ciptaan manusia belaka? Mereka membuat patung sendiri dan menyembahnya. Itu seperti kita kita membuat mainan/boneka sendiri lalu menyembahnya. Di masyarakat kita saat ini juga bisa kita temukan versi modern dari kepercayaan seperti ini. Selain itu banyak orang yang berusaha melakukan kebaikan agar terlihat benar di mata Tuhan. Semuanya itu sia-sia kalau kita terpisah dari Tuhan.

Logikanya adalah seperti ini:

  • Tuhan menciptakan kita
  • Kalau Tuhan menciptakan kita, maka pikiran kita jauh di bawah Dia.
  • Karena pikiran kita jauh dibawah Dia, maka kita tidak bisa menemukan Tuhan dengan usaha kita sendiri.
  • Maka itu semua usaha kita untuk menemukan Tuhan adalah sia-sia.

Mengapa kita tidak bisa menemukan Tuhan? Itu disebabkan karena manusia telah jatuh dalam dosa dan terpisah dari Tuhan.

  • Manusia telah jatuh dalam dosa, maka pikiran manusia telah Tuhan telah rusak.
  • Karena pikiran manusia tentang Tuhan telah rusak, maka mereka tidak bisa berpikir tentang dan menemukan Tuhan
  • Maka dari itu kita tidak bisa berpikir tentang Tuhan dan usaha kita untuk menemukan Tuhan adalah sia-sia

Lalu apakah yang harus kita lakukan? Sepertinya kita menemukan jalan buntu. Tangan kita memang tidak cukup panjang untuk menjangkau Tuhan, tetapi tangan Tuhan cukup panjang untuk menemukan kita. Karena itu hanya Tuhan sajalah yang mampu untuk menemukan kita. Kita tidak bisa bergantung pada pemikiran kita dan kita hanya bisa bergantung pada penyataan/revelasi Tuhan. Sekitar tahun 0, sejarah mencatat seorang yang bernama Yesus lahir. Faktanya adalah kelahirannya telah dinubuatkan oleh banyak nabi jauh sebelumnya. Siapakah Yesus ini? Masyarakat saat itu menolak dia karena mereka berpikir bahwa dia bukanlah Tuhan dan Mesias yang dinubuatkan. Oops! Tunggu dulu!

Ada sesuatu yang salah tentang pemikiran mereka:

  • Manusia berpikir dan menciptakan tuhan mereka sendiri dan mereka mempunyai suatu standard untuk seorang tuhan.
  • Orang Yahudi saat itu sedang menunggu seorang Mesias yang akan membebaskan mereka dari Roma, dan mereka membayangkan Mesias yang akan datang dengan segala kekayaan, kemenangan, ketampanan, kekuatan, dan banyak pasukan.
  • Yesus datang dalam kemiskinan, lahir di palungan, dan dia tidak mempunyai pasukan.
  • Mereka saat itu membandingkan Yesus dengan standard yang mereka punya tentang Tuhan, dan karena tidak sesuai maka mereka menolakNya.

Pikiran manusia tentang Tuhan telah rusak, jadi daripada menggunakan standar kita tentang Tuhan, mengapa kita tidak menerima revelasi/penyataan dari Tuhan itu sendiri?

  • Kita tidak seharusnya bertanya: Apakah Yesus itu Tuhan ???
  • Tetapi kita harusnya bertanya: Apakah Tuhan itu Yesus ???

Pikirkanlah perbedaannya. Kalau kita menjawab ya pada pertanyaan kedua, pikiran kita yang rusak tentang Tuhan akan diubahkan oleh Tuhan itu sendiri. Tuhan sendirilah yang telah datang ke dunia untuk menemukan kita. Dia membuat jalan untuk kita bisa kembali dipulihkan ke tempat dimana kita seharusnya berada, yaitu di kekekalan bersamaNya. Keselamatan ini ditawarkan Tuhan secara gratis karena hukuman kita akan dosa telah dibayarnya lewat pengorbanannya di kayu salib.

Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. (Yohanes 3:16)

Kesimpulan:

  1. Manusia telah jatuh dalam dosa sehingga pikiran kita tentang Tuhan telah rusak dan semua usaha kita untuk mencari Tuhan adalah sia-sia
  2. Tuhan menyatakan kepada kita tentang diriNya, bahkan datang ke dunia untuk menebus kita dari dosa.
  3. Apakah kita mau menerima keselamatan ini, yang bukan dari usaha sia-sia kita tetapi dari kasih karuniaNya?

Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri. (Efesus 2:8)

bridge_1

bridge_2

Advertisements
Published in: on November 15, 2008 at 5:58 am  Leave a Comment  

The URI to TrackBack this entry is: https://ricksensw.wordpress.com/2008/11/15/perjalanan-manusia-mencari-tuhan/trackback/

RSS feed for comments on this post.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: