Apakah Tuhan bisa menjadi tidak adil ?

Kemarin, aku mendengar seorang temanku berkata begini: “Aku punya teman yang bertanya mengapa Tuhan tidak begitu saja mengampuni dosa manusia? Lagipula dia kan Tuhan, jadi dia dapat saja langsung mengampuni dosa manusia dan tidak usah mengorbankan anaknya Yesus untuk kita.”

Pernyataan ini sama saja dengan menyatakan bahwa karena Tuhan itu mahakuasa, maka dia sendiri bisa menjadi tidak adil. Apakah ini mungkin? Ketika aku masih SMP, aku dihadapkan dengan sebuah pertanyaan yang intinya kurang lebih sama. Pertanyaannya adalah:

“Apakah mungkin bagi Tuhan untuk menciptakan sebuah batu yang begitu besar sehingga dia sendiri tidak bisa mengangkatnya?”

Kalau kita jawab ya, maka kita akan dituduh mengatakan Tuhan itu tidak mahakuat karena dia sendiri tidak bisa mengangkat batu itu. Tetapi kalau kita jawab tidak, maka kita akan dituduh mengatakan dia tidak mahakuasa karena dia tidak bisa menciptakan batu itu? Apakah jawabanmu?

Aku akan menjawab tidak, tetapi dengan suatu alasan. Alasannya adalah karena Tuhan adalah Tuhan. Kita mendefinisikan Tuhan dengan segala hakekatnya, yaitu mahakuasa, mahakuat, baik, kasih, adil, saar, cemburu, dsb. Tetapi karena Tuhan adalah Tuhan, maka dia tidak bisa menciptakan batu itu bukan karena dia tidak mahakuasa tetapi karena Dia adalah Tuhan. Apakah fungsi dari batu itu? Mungkin itu akan menghalangi sinar matahari, membunuh manusia, menghancurkan bumi, dan intinya penciptaan batu itu adalah tidak berguna dan tidak ada maknanya. Tetapi hakekat Tuhan sendiri adalah dia menciptakan sesuatu bukannya yang tidak berguna dan tidak bermakna, tetapi semua yang diciptakannya adalah untuk suatu fungsi, berguna, bermakna, dan bertujuan. Ini berarti Tuhan tidak dapat menciptakan batu itu karena Dia adalah Tuhan. Tuhan bertakhta di kekekalan, yaitu masa lampau, sekarang, dan masa depan. Dia beserta dengan hakekatnya adalah tidak berubah selama kekekalan. Tuhan tidak bisa menyangkal hakekat dirinya sendiri karena salah satu dari hakekatnya itu sendiri adalah sempurna.

Mari kita kembali ke pertanyaan pertama apakah Tuhan bisa menjadi tidak adil. Pernyataan: “Tuhan bisa menjadi tidak adil” sama saja dengan menyatakan bahwa “Tuhan menyangkal dirinya”. Tetapi kita tahu bahwa Tuhan tidak bisa menyagkal dirinya karena dia adalah Tuhan, dan karena dia adalah Tuhan maka dia tidak bisa membuat dirinya sendiri menjadi tidak adil. Ini berarti bahwa Tuhan adalah selalu Tuhan yang adil selama kekekalan. Dia tidak bisa begitu saja mengampuni dosa manusia tanpa suatu pengorbanan, karena dia adalah Tuhan uang adil. Karena itulah dia harus mengorbankan anaknya yang tunggal, Tuhan Yesus, untuk menebus dosa kita supaya kalau engkau percaya kepadanya, engkau akan mendapatkan keselamatan itu. Logika ini juga bisa berarti banyak hal lain, yaitu bahwa Tuhan tidak bisa berbuat kejahatan, tidak bisa untuk tidak mengasihi, dsb.

Semua karena 1 alasan: Tuhan adalah Tuhan

Firman Allah kepada Musa: “AKU ADALAH AKU.”  – Exodus 3:14a

Dan ketahuilah:
Omong kosong tetaplah omong kosong walaupun engkau menaruh Tuhan di sana

Advertisements
Published in: on November 17, 2008 at 5:41 am  Leave a Comment  

The URI to TrackBack this entry is: https://ricksensw.wordpress.com/2008/11/17/apakah-tuhan-bisa-menjadi-tidak-adil/trackback/

RSS feed for comments on this post.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: