Filsuf vs Tuhan (3)

Pada suatu hari Tuhan datan kepada seorang filsuf.

Tuhan:”Wahai hambaKu yang setia, aku memerintahkanmu untuk mengorbankan anakmu kepadaku.”

Filsuf:”Hm…? Tunggu dulu. Sepertinya ada yang aneh ya. Bukankah engkau selalu memerintahkan untuk tidak membunuh?”

Tuhan:”Aku yang memberikan anak itu kepadamu, aku juga bisa saja mengambilnya. Ini adalah perintahku.”

Filsuf:”Aku ragu, jangan-jangan engkau adalah iblis yang menyamar untuk menipuku. Mungkin saja engkau bukan Tuhan.”

Tuhan:”Engkau harus mempunyai iman kepadaku.”

Filsuf:”Iman? Bisa saja engkau Tuhan yang sedang mencobaiku untuk melihat apakah aku akan menolak melakukan pembunuhan. Bukankah engkau Tuhan yang maha kasih?”

Tuhan:”Itu adalah pikiranmu sendiri, manusia dengan segala keterbatasan pikiranmu. Aku memerintahkanmu, maka lakukanlah. Engkau tidak boleh melanggar perintahKu.”

Filsuf:”…benar aku tidak mau melanggar perintahMu, tetapi engkau tidak memberiku alasan yang cukup bagus untuk merubah pikiranku.”

Abraham juga mendapat perintah yang sama seperti filsuf ini. Darimana dia tahu bahwa yang sedang berkata itu adalah Tuhan dan bukannya iblis? Sepertinya pada jaman tersebut hubungan manusia dan Tuhan begitu dekat sehingga Abraham bisa membedakan dengan jelas. Tetapi pada saat sekarang ini kejadiannya berbeda. Sepertinya iman membutuhkan lebih dari sekedar hal yang masuk akal kita, lebih dari itu…iman buta? Aku rasa begitu… Sadrakh, Mesakh, Abednego ketika akan dimasukkan ke dalam tungku api berkata begini:

“Jika Allah yang kami puja sanggup melepaskan kami, maka Ia akan melepaskan kami dari perapian yang menyala-nyala itu, dan dari dalam tanganmu, ya raja; tetapi seandainya tidak, hendaklah tuanku mengetahui, ya raja, bahwa kami tidak akan memuja dewa tuanku, dan tidak akan menyembah patun emas yang tuanku dirikan itu.” – Daniel 3:17-18

Selanjutnya di dalam tungku api itu Tuhan menyelamatkan mereka dengan mengirim malaikatNya. Sepertinya iman buta mengarah kepada sesuatu yang tidak pernah dilihat orang yang tidak buta?

Advertisements
Published in: on December 10, 2008 at 2:46 pm  Comments (4)  

The URI to TrackBack this entry is: https://ricksensw.wordpress.com/2008/12/10/filsuf-vs-tuhan-3/trackback/

RSS feed for comments on this post.

4 CommentsLeave a comment

  1. bgmana pula Ibrahim mempersembahkan kurbannya kepada NYA?

  2. Dalam kitab Ibrani, kita diberitahu begini:

    11:17 Karena beriman juga, maka Abraham mempersembahkan Ishak sebagai kurban ketika ia diuji Allah. Kepada Abrahamlah Allah memberikan janji-Nya, namun Abraham rela menyerahkan anaknya yang satu-satunya itu.
    11:18 Allah telah berkata kepada Abraham, “Melalui Ishak inilah engkau akan mendapat keturunan yang Aku janjikan kepadamu.”
    11:19 Abraham yakin bahwa Allah sanggup menghidupkan kembali Ishak dari kematian–jadi, boleh dikatakan, Abraham sudah menerima kembali Ishak dari kematian.

    Abraham memperoleh Ishak sebagai janji Allah, dan dia telah bersama Allah sejak dari panggilannya ke tanah perjanjian. Sepertinya dia bisa yakin bahwa yang bercakap-cakap dengannya adalah Allah. Dan yang paling penting adalah imannya.

  3. maksud sy yg dr sy tau ttng Ibrahim dr org muslim,
    beliau suka berkurban hewan stlh moment itu..

    bgm ritual persembahan tsb kpd ALLAH?

  4. betul sekali. Saya yakin anda tahu bahwa Allah mencegah Abraham ketika dia ingin mengorbankan anaknya, dan menggantinya dengan seekor domba jantan.
    Setelah kejadian ini, keturunannya juga melakukan ritual persembahan ini kepada Allah dengan berbagai tujuan, yaitu untuk ucapan syukur pada Tuhan, korban penyucian dosa, pendamaian sebelum masuk tenda suci Allah, dll.

    Untuk korban penyucian dosa, saya telah menulis konsep ini dengan judul Harga yang Harus Dibayar. Yaitu bahwa persembahan manusia tidaklah sempurna dan temporal, tetapi persembahan Allah adalah kekal dan sempurna.

    Mungkin kejadian Abraham ini melambangkan sesuatu: Mesias yang akan dijanjikan (domba jantan) yang akan menggantikan posisi manusia berdosa agar manusia berdosa bisa didamaikan dengan Allah.

    Seperti Ishak yang seharusnya dikorbankan tetapi diganti dengan domba jantan begitu juga manusia yang harusnya binasa tetapi telah digantikan oleh pengorbanan seorang Mesias.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: