Mengapa ada penderitaan (2)

Semua orang pasti setuju kalau dunia ini penuh penderitaan, masalah, bencana, kejahatan, dll. Banyak hipotesis yang diajukan untuk menjelaskan masalah ini. 

Dalam postingan sebelumnya tentang Predestinasi, telah dilihat bagaimana kehendak bebas (Free Will) sejalan dengan predestinasi, sehingga kehendak bebas tidak diragukan lagi. Ketika Tuhan memberikan kehendak bebas kepada kita, dia membuat seorang manusia dan bukanlah seorang robot. Kehendak bebas memungkinkan kita untuk mengasihi Tuhan dengan kerelaan kita, itulah kasih sejati. Kalau Tuhan memaksa kita untuk mencintai dia (tak ada kehendak bebas) maka itu bukankah kasih sejati, dan kita menjadi robot penyembah Tuhan.

Tetapi dengan memberikan kehendak bebas pada kita, berarti kita bisa mengasihi dia tetapi juga bisa memberontak terhadapnya. Kehendak bebas memungkinkan 2 hal: kasih sejati dan pemberontakan. Ketika Tuhan memberikan kehendak bebas kepada kita, tentu saja dia sudah tahu akan konsekuensi ini. Tetapi inilah cara agar manusia bisa mempunyai kehendak bebas sekaligus juga menikmati kekekalan dan kasih Tuhan, yaitu bila dia menuruti kehendak Tuhan. Dan bagi Tuhan sendiri untuk meraih hal ini, dia perlu membayarnya dengan pengorbanan dan penderitaan di kayu salib. Ini adalah jalan terbaik, rancangan besar Tuhan yaitu:

  • Menciptakan manusia dengan kehendak bebas (dengan konsekuensi pemberontakan)
  • Menebus pemberontakan umat manusia (dengan Harga yang harus dibayar-nya di kayu salib)
  • Pada akhirnya, dia menciptakan manusia bebas yang saling mengasihi dengan Tuhan dalam kekekalan.

Analogi yang bisa diambil seperti ini: kita ingin mempunyai hewan peliharaan yang menyayangi kita. Lalu kita pergi ke toko hewan dan membeli seekor anjing. Harga yang harus dibayar adalah makanan, minuman, waktu, risiko digigit, rumah kotor, kabur dari rumah, dll. Tetapi lama kelamaan dengan segenap pengorbanan tersebut, dia akan memberikan kesetiaan kepada kita, melindungi, menyayangi kita. Bukankah ini jauh lebih baik daripada membeli anjing robot Aibo yang “diprogram” menyayangi dan bermain dgn kita?

Sekarang, manusia yang memberontak tersebutlah yang sebagian besar menyebabkan penderitaan manusia lain. Tentu saja kita tidak bisa meminta Tuhan mencabut kehendak bebas seseorang karena dia membuat orang lain menderita. Itu berarti membuang kemungkinan bagi orang tersebut untuk mengasihi Tuhan suatu saat. Yang bisa kita lakukan kalau orang lain membuat sesamanya menderita adalah mendoakannya.

Salah satu tujuan dari penderitaan sendiri adalah membentuk karakter kita (Mengapa ada penderitaan (1)), yaitu mendatangkan kebaikan bagi kita. Ketika mengalami suatu penderitaan bertanyalah: “Bagaimana aku menemukan Tuhan dari pengalaman ini?”

Bagaimana dengan penderitaan yang “sepertinya” tidak ada baiknya, datang tiba-tiba, menjatuhkan kita habis-habisan, dll? Bukankah Ayub mengalami hal ini? Ayub hidup benar di mata Tuhan, tetapi suatu saat dia menderita parah, kehilangan segalanya, dan “tanpa sebab” yang diberitahu Tuhan. Bukankah dia juga meminta Tuhan menjawab kenapa dia menderita? (Ayub 23:1-7, 31:35). Apa jawaban Tuhan atas pertanyaannya?

Tuhan “menjawab” Ayub:

38:4 Di manakah engkau, ketika Aku meletakkan dasar bumi? Ceritakanlah, kalau engkau mempunyai pengertian! 
38: 5 Siapakah yang telah menetapkan ukurannya? Bukankah engkau mengetahuinya? –Atau siapakah yang telah merentangkan tali pengukur padanya?
38:12 Pernahkah engkau memerintah kepada fajar untuk datang? Atau menetapkan tempat merekahnya? 
38:16 Engkaukah yang turun sampai ke sumber laut, atau berjalan-jalan melalui dasar samudera raya?
38:31 Dapatkah engkau memberkas ikatan bintang Kartika, dan membuka belenggu bintang Belantik?
38:34 Dapatkah engkau berseru kepada awan agar menurunkan hujan deras? 
40:2 Apakah engkau masih ingin berbantah-bantah dengan Yang Mahakuasa? Hai engkau yang berani mencela Allah, jawablah!”

dan masih banyak lagi jawaban Tuhan. Jawaban Ayub (Ayub 40:3-4):

“Sesungguhnya, aku ini terlalu hina; jawab apakah yang dapat kuberikan kepada-Mu? Mulutku kututup dengan tangan. Satu kali aku berbicara, tetapi tidak akan kuulangi; bahkan dua kali, tetapi tidak akan kulanjutkan.”

Tuhan tidak pernah berhutang terhadap kita. Dia tidak diobligasikan untuk menjawab semua pertanyaan kita. Kalau kita tahu akan semua pertanyaan yang Tuhan ajukan pada ayub, sepertinya kita bukan manusia tetapi Tuhan. Ya, akal manusia adalah di bawah akal Tuhan, karena Tuhanlah sumber akal kita. RancanganNya ada di atas rancangan kita. Tuhan adalah pencipta dan kita adalah ciptaannya. Tuhan mengontrol segala sesuatunya dan kita tidak tahu tentang segala sesuatu.

Analoginya: Kalau kita membuat sebuah robot, maka kita mengetahui segalanya tentang robot tersebut karena kitalah yang merancang, mendesain, memprogram robot tersebut. Tetapi apakah robot tersebut tahu tentang kita? Akal pikiran robot tersebut hanyalah sebagian kecil dari akal pikirankita yang kita programkan dalam robot tersebut.

Begitu banyak orang yang telah berusaha mencari jawaban kenapa manusia menderita dengan berbagai teori dan pendapat sehingga penderitaan tampak rasional. Padahal Tuhan telah memberikan “jawaban” yang begitu tegasnya. Jawaban tersebut mungkin tidak menjawab, karena berupa pertanyaan balik. Siapa yang dapat menjawabnya?

Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada padaKu mengenai kamu, demikianlah Firman Tuhan, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan”. (Yer 29:11)

Advertisements
Published in: on January 5, 2009 at 3:27 pm  Comments (4)  

The URI to TrackBack this entry is: https://ricksensw.wordpress.com/2009/01/05/mengapa-ada-penderitaan-2/trackback/

RSS feed for comments on this post.

4 CommentsLeave a comment

  1. Hallo Hallo, salam kenal

  2. thnks atas ulasannya tentang penderitaan.
    sebenarnya saya juga setuju bahwa Allah dalam Yesus Kristus terlebih dahulu menjadi model penderitaan itu sendiri….
    nah tapi bagaimana dengan para penderita HIV/AIDS yang terinfeksi secara “tidak sengaja” karena tertular melalui jarum suntik, transfusi darah di Rumah sakit misalnya…..
    para penderita ini kenyataannya sering memprotes dan melayangkan pertanyaan-pertanyaan dan protes seputar theodicy, mereka juga menyangsikan tentang doktrin retribusi tentang konsep berkat dan kutuk, orang benar akan mendatangkan berkat dan orang fasik kutuk. nota bene orang yang terinfeksi adalah ibu-ibu rumah tangga yang taat ke gereja, baik kepada tetangga dsb.
    menurut mereka yang tertular “tanpa sengaja”, masih banyak orang diluar sana yang lebih layak terinfeksi penyakit ini bukan mereka.
    kalau saya mengindentifikasikan diri saya dengan mereka maka rasa-rasanya layak saja kalau saya melayangkan protes seperti itu karena hal itu manusiawi sekali. pertanyaan saya adalah menurut bapak Teologi kontekstual macam apakah yang secara netral dapat memposisikan diri “no blaming God and no blaming the victim”???

    Terimakasih

    GBU and TC

  3. Hi Tita,

    mungkin episode 1 & 3 dari Mengapa ada penderitaan bisa membantu.

    Jawaban manusia tidaklah cukup bijaksana untuk menjawab masalah ini, jadi marilah lihat jawaban Yesus dalam Yohanes 9:1-3

    Ketika Yesus sedang lewat, Ia melihat seorang yang buta sejak lahir. Murid-murid-Nya bertanya kepada-Nya, “Guru, orang itu sudah buta sejak lahir. Siapakah yang berbuat dosa sehingga orang itu buta dilahirkan? Orang itu sendiri atau orang tuanya?” Jawab Yesus, “Bukan dosa orang itu dan juga bukan dosa orang tuanya yang menyebabkan dia buta sejak lahir. Orang itu buta supaya kuasa Allah menjadi nyata di dalam dia.”

    Tuhan berkata: korban tdk bersalah, dan bukan Tuhan juga yang menyalahkan. Pernah melihat video di mana seorang yang tidak memliki tangan sama sekali bernyanyi memuliakan Tuhan dengan diiringi gitar yang dimainkan kakinya? Kemuliaan Tuhan dinyatakan di dalam diri dia.

    Saya pernah membaca sebuah cerita yang singkatnya sbg berikut:
    Tuhan sedang menentukan siapakah yang akan menjadi anak dari sepasang suami istri yang begitu taat kepadanya. Tuhan akhirnya memutuskan seorang anak yang cacat bagi mereka. Malaikat bingung dan bertanya kenapa. Tuhan menjawab bhw kalau dia memberikan anak cacat itu kepada pasangan lain, maka anak itu kemungkinan akan digugurkan atau dibuang. Tetapi Tuhan yakin bahwa pasangan yang taat ini dapat dipercayakan lebih untuk memegang tanggung jawab mengurus anak yang cacat ini.
    Hal ini mgkn memiliki skenario yang mirip dengan orang yang mengidap HIV secara tidak sengaja. Nama Tuhan dapat dimuliakan melaluinya.

    Selanjutnya Yohanes 11 bercerita tentang kisah Lazarus yang sedang sakit pada awalnya (dan pada akhirnya lazarus mati fisik).

    Yohanes 11:4-> Ketika Yesus mendengar kabar itu, Ia berkata, “Penyakit itu tidak akan membawa kematian, tetapi akan menyatakan kemuliaan Allah. Oleh penyakit itu Anak Allah akan dimuliakan.”

    Yesus berkata bahwa penyakit itu tidak akan membawa kematian, padahal jelas Lazarus mati. Kematian yang dimaksudkan Tuhan disini bukanlah kematian fisik, melainkan kematian jiwa. Anak Allah turun ke dunia untuk menyembuhkan penyakit, tetapi yang paling utama bukanlah itu, melainkan agar penyakit-penyakit di dunia tidak mendatangkan “kematian” bagi kita. Ya, kita tidak akan mati secara jiwa, karena ada kebangkitan di dalam Yesus Kristus.

    1 hal yang perlu ditanya kepada orang-orang yang mengidap HIV/AIDS secara tidak sengaja itu: Untuk apakah kamu percaya kepada Yesus Kristus? Untuk sembuh dari penyakit di dunia? Untuk menjadi kaya di dunia? Itu semua adalah bonus yang Tuhan berikan kalau dia berkehendak, tetapi yang terutama bukanlah itu semua, melainkan kesembuhan dari kematian, yaitu kebangkitan di dalam Kristus. Inilah inti dari Christianity.

    Semoga jawaban ini bisa membantu. Tuhan memberkati =)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: