“Kekejaman” Tuhan di Perjanjian Lama

Kalau kita membaca Alkitab di Perjanjian Lama, seringkali kita melihat Tuhan yang membinasakan banyak orang. Sepertinya Tuhan di Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru begitu berbeda. Contohnya seperti kejadian di kota Sodom dan Gomora:

Kemudian TUHAN menurunkan hujan belerang dan api atas Sodom dan Gomora, berasal dari TUHAN, dari langit; Kedua kota itu dihancurkan, juga seluruh lembah dan semua tumbuh-tumbuhan serta semua penduduk di situ. (Kejadian 19:24-25)

Bagaimana dengan orang Mesir yang dihukum oleh Tuhan dengan tulah-tulah yang begitu dashyat dan juga menenggelamkan pasukan mereka di Laut Merah?

Maka orang Mesir akan tahu bahwa Aku ini TUHAN, pada waktu Aku menghukum mereka dan membawa Israel keluar dari negeri mereka. (Keluaran 7:5)

Bagaimana dengan orang Amalek?

Akhirnya orang Amalek dikalahkan oleh Yosua. Kata TUHAN kepada Musa, “Tulislah tentang kemenangan ini supaya tetap diingat. Katakan kepada Yosua bahwa Aku akan membinasakan orang Amalek.” (Keluaran 17:13-14)

Bagiamana dengan pembunuhan internal orang-orang Israel sendiri seperti yang diperintahkan Musa?

Maka berdirilah ia di depan pintu gerbang perkemahan dan berteriak, “Siapa yang memihak kepada TUHAN harus datang ke mari!” Maka datanglah suku Lewi mengelilingi Musa, dan ia berkata kepada mereka, “TUHAN Allah Israel memerintahkan kamu masing-masing untuk mencabut pedangmu dan berjalan melalui perkemahan ini, dari gerbang ini sampai ke gerbang yang lain sambil membunuh saudara-saudara, sahabat-sahabat dan tetangga-tetanggamu.” (Keluaran 32:26-27)

yang tidak lain disebabkan bangsa Israel yang membangun sapi emas selagi Musa sedang pergi:

Musa menyadari bahwa Harun telah membiarkan bangsa Israel seperti kuda lepas dari kandang, sehingga mereka menjadi bahan tertawaan bagi musuh-musuh mereka (Keluaran 32:25)

Bagaimana dengan Tuhan yang membabat habis seluruh rakyat Sihon?

Kemudian TUHAN berkata kepada saya, ‘Raja Sihon dan negerinya Kuserahkan kepadamu; ambillah dan dudukilah negeri itu.’ Maka datanglah Sihon dengan seluruh pasukannya untuk memerangi kita dekat kota Yahas. Tetapi TUHAN Allah kita menyerahkan dia kepada kita, lalu kita mengalahkan dia beserta anak-anaknya dan seluruh tentaranya. Pada waktu itu juga kita rebut dan hancurkan setiap kota, dan bunuh seluruh penduduknya, laki-laki, perempuan, dan anak-anak. Tak ada yang dibiarkan hidup. Ternak mereka kita ambil dan kota-kotanya kita rampasi. (Ulangan 2:31-35)

akan tetapi ini disebabkan karena raja Sihon yang tidak mengizinkan bangsa Israel untuk melewati kota mereka, dan :

‘Izinkan kami melalui negeri Tuanku. Kami akan berjalan terus dan tidak menyimpang dari jalan raya. Kami akan membayar makanan yang kami makan dan air yang kami minum. Kami hanya perlu melalui negeri ini, (Ulangan 2:27-28)

Perintah Tuhan untuk membunuh?

Apabila TUHAN Allahmu menyerahkan bangsa-bangsa itu ke dalam kuasamu dan kamu mengalahkan mereka, bunuhlah mereka semua. Jangan mengasihani mereka atau membuat perjanjian dengan mereka. (Ulangan 7:2)

dan masih banyak lagi…

untuk kota Sodom dan Gomora, ketika kita melihat dalam pasal sebelumnya, kita tahu bahwa kedua kota ini benar-benar amoral, berdosa besar, dan hidup tidak benar di mata Tuhan. Tetapi kita tahu dari percakapan Abraham dengan Tuhan bahwa kalau saja ada 10 orang benar di kota tersebut maka Tuhan tidak akan membinasakan kota itu:

Abraham mendekati TUHAN dan bertanya, “Benarkah TUHAN hendak membinasakan orang yang tidak bersalah bersama-sama dengan orang yang bersalah? (Kejadian 18:23)

Akhirnya Abraham berkata, “Janganlah marah, Tuhan, saya hanya akan berbicara sekali lagi. Bagaimana jika hanya terdapat sepuluh orang saja?” TUHAN berkata, “Jika ada sepuluh orang yang tidak bersalah, Aku tidak akan membinasakan kota itu.” (Kejadian 18:32)

Ketahuilah bahwa kota-kota yang dibinasakan oleh Tuhan adalah karena seluruh (arti: semua tanpa kecuali satu pun) orang di kota tersebut bersalah. Tidak ada satupun orang yang bisa berdiri sebagai orang benar yang mewakili kota mereka. Hal ini lebih jelas ketika kita melihat bahwa bangsa Israel tidak diizinkan Tuhan untuk menghancurkan orang Amori:

Sesudah empat keturunan, anak cucumu akan kembali ke sini, karena Aku tidak akan mengusir orang Amori sebelum mereka menjadi begitu jahatnya sehingga perlu dihukum. (Kejadian 15:16)

Masih ada beberapa orang benar di sana dan Tuhan tidak akan menghancurkan tempat itu karena Tuhan mencintai orang benar, dan mereka dapat menyelamatkan beberapa orang lagi di kota itu. Terbukti bahwa kota itu dapat bertahan selama 4 generasi berikutnya sebelum kota itu benar-benar immoral seluruhnya. Tuhan tidak membinasakan orang benar. Tetapi kenapa dia tetap membinasakan orang-orang yang tidak benar ini? Hal ini bisa disebabkan beberapa hal:

  • Agar bangsa lain tahu bahwa Tuhan beserta bangsa Israel, dan Tuhan bangsa Israel-lah satu-satunya Tuhan yang benar. Maka orang Mesir akan tahu bahwa Aku ini TUHAN, pada waktu Aku menghukum mereka dan membawa Israel keluar dari negeri mereka. (Keluaran 7:5)

Maka pada akhirnya bangsa lain akan datang untuk menyembah dan percaya kepada Tuhan. Ketahuilah ketika bangsa lain datang kepada-Nya, Ia akan menerimanya dengan sukacita seperti yang dialami oleh Rahab.

Malam itu sebelum kedua orang mata-mata Israel itu tidur, Rahab pergi ke loteng, dan berkata kepada mereka, “Saya tahu TUHAN sudah memberikan negeri ini kepada kalian. Semua orang di sini takut kepada kalian. Kami sudah mendengar berita mengenai bagaimana TUHAN mengeringkan Laut Gelagah di depan kalian, ketika kalian meninggalkan Mesir. Kami juga sudah mendengar bagaimana kalian membunuh Sihon dan Og, kedua raja bangsa Amori itu di sebelah timur Sungai Yordan. Begitu kami mendengar cerita-cerita itu, kami menjadi takut sekali. Semua orang-orang kami hilang keberaniannya karena kalian. TUHAN Allahmu sungguh Allah Yang Mahakuasa di langit dan di bumi. (Yosua 2:8-10)

Tetapi Rahab wanita pelacur itu dengan seluruh kaum keluarganya dibiarkan hidup oleh Yosua, karena ia sudah menolong kedua mata-mata yang diutus Yosua ke Yerikho. (Sampai pada hari ini keturunan Rahab masih ada di Israel.) (Yosua 6:25)

Orang-orang yang dibinasakan Tuhan adalah orang-orang yang sudah tahu akan Tuhan yang benar tetapi tidak mau datang kepada-Nya.

  • Tuhan membinasakan komunitas orang-orang tidak benar ini karena kasihnya kepada manusia.

    Kasih?

Bayangkanlah apa yang akan terjadi kalau komunitas ini tidak dibinasakan oleh Tuhan: mereka akan beranak-cucu-cicit-dst, dimana keturunan mereka ini akan dibesarkan di suatu komunitas orang-orang yang tidak benar sehingga merekapun akan menjadi orang tidak benar. Kalau rantai ini tidak dihentikan maka akan lebih banyak lagi jiwa-jiwa yang terhilang.

Tidakkan sangat lazim bahwa hati Tuhan tidak tergerak ketika memikirkan hal ini? Tetapi ingatlah bahwa Tuhan hanya membinasakan komuniti dimana 100% (bukan 99.99%) orangnya tidak benar (Kejadian 15:16) dimana tidak lagi ada harapan bagi mereka. Mereka pun sebenarnya pasti sudah pernah mendengar tentang kedashyatan Tuhan yang memberikan kemenangan kepada Israel, tetapi masih saja mereka tidak mau datang kepada Tuhan dan tetap menyembah berhala mereka.

Anak-anakpun dapat diselamatkan, karena mereka masih belum tercemar akan dosa komunitas tidak benar tersebut. Anak-anak selalu menjadi figur kepolosan penghuni surga. Ketika anak Daud meninggal, dia berkata:

Tetapi sekarang ia sudah mati, mengapa aku harus berpuasa? Dapatkah aku mengembalikannya lagi? Aku yang akan pergi kepadanya, tetapi ia tidak akan kembali kepadaku. (2 Samuel 12:23)

Ketika seorang anak belum mencapai usia pertanggungjawaban, diapun akan pergi ke kerajaan Allah:

Dan anak-anakmu yang kecil, yang kamu katakan akan menjadi rampasan, dan anak-anakmu yang sekarang ini yang belum mengetahui tentang yang baik dan yang jahat, merekalah yang akan masuk ke sana dan kepada merekalah Aku akan memberikannya, dan merekalah yang akan memilikinya. (Ulangan 1:39)

Ya, Tuhan akan melakukan yang terbaik bagi setiap ciptaan tangan-Nya yang terkasih.

Di Perjanjian Baru, kita tidak lagi melihat hal-hal ini karena Tuhan telah mengirim anak-Nya untuk mati menggantikan dosa kita. Berita injil telah disiarkan ke hampir seluruh ujung dunia dan hampir di setiap komunitas ada orang benar dan harapan. Kedatangan Yesus membawa harapan bagi setiap orang di dunia.

Dengan beberapa hal yang telah didiskusikan ini, maka judul post ini perlu diganti:

Kekejaman” Tuhan di Perjanjian Lama

Kebaikan Tuhan di Perjanjian Lama

Advertisements
Published in: on May 25, 2009 at 2:36 am  Leave a Comment  

The URI to TrackBack this entry is: https://ricksensw.wordpress.com/2009/05/25/kekejaman-tuhan-di-perjanjian-lama/trackback/

RSS feed for comments on this post.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: