Pengetahuan tentang suatu pribadi

Aku melihat ada 2 buah pengetahuan tentang suatu pribadi:

  1. Pengetahuan luar, yaitu apakah yang diketahui mengenai fakta-fakta dari pribadi tersebut. Contohnya: tanggal lahir, hobi, tempat lahir, tempat pribadi itu sekolah, tinggi badan, berat, dll. Singkatnya: mempelajari biografi/fakta pribadi tersebut.
  2. Pengetahuan dalam, yaitu apakah yang diketahui mengenai perasaan, jiwa, dan pribadi itu sendiri. Pengetahuan dalam ini hanya dapat diraih dengan bertemu atau berkomunikasi dengan pribadi itu sendiri. Pengetahuan ini disalurkan dari hati ke hati, dan dapat berbeda untuk tiap orang yang memperolehnya.

Pengetahuan luar tidak merangsang keinginan untuk mencari tahu pengetahuan dalam.

Sebaliknya, pengetahuan dalam merangsang keinginan untuk mencari tahu pengetahuan luar.

Sebanyak apapun kita mempelajari pengetahuan luar, tidak dapat meraih pengetahuan dalam.

Contohnya:
Aku ingin mencari tahu tentang Albert Einstein. Yang bisa aku lakukan adalah membeli biografinya, buku-buku yang dia tulis, testimoni tentang dirinya, surat-suratnya, dll. Dengan ini aku memperoleh pengetahuan luar tentang Einstein. Akan tetapi tetap saja aku tidak tahu tentang hati, jiwa, perasaan Einstein yang tercakup dalam pengetahuan dalam.

Anggaplah suatu hari aku bertemu Einstein muka dengan muka (entah dengan cara apa). Kalau aku sudah memperoleh pengetahuan luar tentangnya, aku akan sangat senang karena bisa bertemu langsung dengan orangnya. Kalau aku belum membaca pengetahuan luar tentangnya, aku akan berkenalan dengannya dan sangat kagum dengan pribadinya yang ternyata begitu cerdas dalam dunia sains. Selain itu, aku juga menemukan bahwa dia begitu peduli dan kasih pada orang lain. Semua hal ini akan mendorongku untuk mencari tahu lagi tentang dia, yaitu baik pengetahuan dalam maupun luar.

Pengetahuan dalam lebih superior dari pengetahuan luar, karena pengetahuan dalam (yang benar) mencakup keduanya.

Hal ini adalah hasil observasi dari banyak orang yang mengaku mengenal akan suatu pribadi yang sama, tetapi sepertinya hanya pengetahuan luar saja. Dalam hal ini pribadi itu adalah Kristus, karena dia adalah suatu pribadi. Banyak yang membaca buku-buku tentang Kristus (baik teologi maupun filosofi), Alkitab, dll tetapi hanya memperoleh pengetahuan luar. Motivasi untuk memperoleh pengetahuan luar ini terutama adalah motivasi yang salah, yaitu untuk memperkaya pengetahuannya saja.

Jika seseorang mmpunyai pengetahuan dalam akan Kristus, akan terlihat dari perubahan hidupnya. Dia akan begitu mengidolakan Kristus karena dia adalah pribadi yang sempurna. Dia akan mencontoh hidup dari pribadi Kristus. Dan terlebih lagi, dia juga akan mencari pengetahuan luar tentang Kristus dengan motivasi yang benar, yaitu mencari informasi tentang idolanya.

Aku mengingat sebuah cerita tentang seorang yang mempunyai pengetahuan dalam tentang Kristus, yang kurang lebih seperti ini:

Suatu hari di gereja, ada 3 orang yang sedang berbincang-bincang. Orang pertama mengajak yang lainnya untuk bermain tebak-tebakan dalam Alkitab. Dia bertanya: “Siapa nama kedua belas murid Yesus?” Orang kedua langsung menjawab dengan lancar dan cepat. Dia bertanya lagi:”Di kota mana Yesus dilahirkan?” Orang kedua berpikir sebentar, kemudian menjawabnya. Sekali lagi, orang pertama bertanya:”Di mana Yesus dibaptis?” Orang kedua mengingat-ingat sebentar, lalu menjawab dengan tepat. Kemudian orang pertama dan kedua juga berdiskusi tentang hal-hal lain seperti predestinasi, penciptaan, nubuat, dll. Setelah usai, mereka heran kenapa orang ketiga diam saja seperti tidak tahu akan hal yang mereka diskusikan. Mereka berdua lalu bertanya pada orang ketiga: “Apakah yang kamu ketahui tentang Yesus?“. Orang ketiga menjawab: “Aku tidak tahu dimana Yesus dilahirkan, aku tidak tahu dimana dia dibaptis, aku juga tidak tahu tentang nubuat dan penciptaan yang dia tulis dalam Alkitab. Ya, setidaknya aku belum sempat membacanya. Aku baru bertobat sebulan yang lalu. Yang aku ketahui tentang Yesus hanyalah bahwa dia adalah suatu pribadi yang mengubah hidupku. Dahulu aku mabuk-mabukan, kejam pada istri dan anakku, tidak hormat pada orangtuaku, dan masih banyak lagi. Sekarang hidupku berubah, bahkan istri dan anakku juga menjadi percaya pada Kristus karena melihat perubahan hidupku. Orangtuaku juga mulai dirubahkan, dan aku sedang berusaha membawa mereka pada Kristus. Ya, aku mengalami Kristus dalam hidupku… dia luar biasa. Cuma ini yang kuketahui tentang Yesus

Janganlah “membaca” Alkitab, tetapi biarkanlah Alkitab membacamu.
Don’t “read” the Bible, but let the Bible reads you.

Ketika kita “membaca” Alkitab, kita menjadikan Alkitab sebagai objek. Tetapi ketika Alkitab membaca kita, kita adalah objek, yaitu kita yang diperbaharui, disadarkan, dikuatkan, diberkati, dan disempurnakan oleh Kristus, pribadi yang menulis Alkitab.

Advertisements
Published in: on May 26, 2009 at 4:32 pm  Comments (1)  

The URI to TrackBack this entry is: https://ricksensw.wordpress.com/2009/05/26/pengetahuan-tentang-suatu-pribadi/trackback/

RSS feed for comments on this post.

One CommentLeave a comment

  1. rickseennn
    yg ne keren bgt: Don’t “read” the Bible, but let the Bible reads you.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: