Jejak Kaki Bebek

Pada suatu hari, seorang agnostik (seseorang yang percaya bahwa tidak ada sesuatupun yang dapat diketahui tentang natur Tuhan atau apapun yang berada di luar fenomena natural; seseorang yang tidak mengklaim iman ataupun ketidakpercayaan dalam Tuhan) sedang beristirahat di sebuah taman dekat rumahnya. Tiba-tiba dia melihat sesuatu yang aneh, ada jejak kaki bebek! Dia tidak percaya bahwa di daerah tersebut ada bebek dan dia tidak pernah melihat satupun sebelumnya. Dia berpikir mungkin beberapa anak kecil mau mengerjai dia, karena dia dikenal sebagai seorang yang percaya semua bebek di daerah tersebut telah punah. Dia menganalisa jejak kaki bebek tersebut dengan hati-hati, mengambil fotonya, mengukur luas area jejak kaki tersebut, mengukur kedalaman jejak kaki dan bahkan jarak antara tiap jejak kaki. Dengan data-data ini, dia menyimpulkan bahwa bentuk jejak kaki tersebut cocok dengan bentuk kebanyakan spesies bebek. Dari kedalaman jejak kaki, dia menghitung berat kira-kira dari “sesuatu” yang menyebabkan jejak kaki tersebut, dan dia menyimpulkan beratnya cocok dengan kebanyakan spesies bebek. Selain itu, jarak antara tiap jejak kaki cocok dengan jarak langkah kaki bebek pada umumnya.

Akan tetapi, dia masih tidak percaya bahwa jejak kaki tersebut disebabkan oleh seekor bebek, mungkin seseorang menggunakan benda yang mirip kaki bebek untuk mengerjai dia. Dia mengikuti jejak kaki bebek tersebut dan perjalanannya berakhir di pinggir sungai. Setelah dengan hati-hati mendokumentasikan bukti-buktinya, dia berjalan pulang dan beristirahat. Keesokan harinya, dia kembali ke tempat yang sama dan dia melihat seekor bebek! Dia begitu terkejut dalam ketidakpercayaan dan tanpa kesabaran segera menangkap bebek itu dan menganalisa properti dari kaki bebek dan berat bebek tersebut. Datanya menunjukkan bahwa kemungkinan besar bebek tersebutlah yang membuat jejak kaki di hari sebelumnya.

Yah, engkau menebak dengan benar, dia masih tidak percaya bahwa jejak kaki tersebut disebabkan oleh bebek ini. Dia masih tidak percaya, dan dia lebih percaya bahwa seseorang yang mengerjai dia itu melihat dia kemarin, lalu menaruh bebek ini untuk mengerjai dia. Dia berkata dia cuma akan percaya jejak kaki tersebut disebabkan oleh bebek ini , jika dan hanya jika dia melihatnya dengan mata kepalanya sendiri. Dia menunggu untuk kemajuan teknologi untuk membangun mesin waktu bagi dia, supaya dia dapat kembali ke masa lalu untuk melihat bagaimana jejak kai tersebut dapat muncul. Dia terus menunggu dan menunggu, akan tetapi mesin waktu tidak diciptakan pada masa hidupnya dan karena itu dia tidak pernah tahu…

Seorang filsuf ateis terkenal Bertrand Russell suatu saat pernah ditanya apa yang akan dia katakan kalau dia menemukan dirinya berdiri di depan Tuhan pada masa penghakiman dan Tuhan bertanya padanya, ” Kenapa engkay tidak percaya padaku?” Russel membalas, “Aku akan berkata, “Tidak cukup bukti, Tuhan! Tidak cukup bukti!” Aku percaya bahwa argumen akan Tuhan adalah lebih dari cukup. Tentunya lebih dari cukup untuk menjadi rasional, tetapi tentunya tidak cukup untuk memaksa. Hal ini berbeda dari argumen bahwa 1 + 1 harus sama dengan 2. Aku percaya bahwa kebanyakan argumen membutuhkan sedikit lompatan iman, sama seperti percaya bahwa jejak kaki tersebut muncul karena bebek walaupun kita tidak melihatnya dengan mata kita sendiri. Walaupun bukti tentang Tuhan tidak memaksa (karena hal tersebut akan melanggar free will kita), bukti tersebut rasional sama seperti rasional untuk percaya bahwa jejak kaki tersebut dibuat oleh bebek.

Tuhan telah memberikan bukti yang jelas kepada orang-orang yang mencarinya dengan sungguh-sungguh, tetapi juga cukup tidak jelas supaya tidak memaksa terutama orang-orang yang menolak Tuhan (karena itu adalah divine rape). Walaupun bukti-buktinya jelas, orang-orang yang memberontak terhadap Tuhan selalu dapat mengelak secara irasional. Stephen Hawking membuat teori aneh menggunakan waktu imajiner untuk dapat menghindar dari titik awal penciptaan waktu Big Bang, yang tentunya hanya untuk menghindar dari Tuhan. Banyak orang yang menolak teori penciptaan dan lebih percaya kepada evolusi walaupun bukti-bukti yang ditemukan menghancurkan teori evolusi. Hal ini sama seperti membuat teori bahwa seseorang ingin mengerjai kita denga menaruh jejak kaki bebek dalam ilustrasi di atas.

Aku percaya bahwa dalam pengetahuan, setiap orang tahu kepercayaan terhadap Tuhan adalah rasional. Tetapi masalahnya ada dalam hati mereka, yang menolak Tuhan.

There are only two possible explanations as to how life arose: Spontaneous generation arising to evolution or a supernatural creative act of God…. There is no other possibility. Spontaneous generation was scientifically disproved 120 years ago by Louis Pasteur and others, but that just leaves us with only one other possibility… that life came as an act of supernatural creation by God, but I can’t accept that philosophy because I do not want to believe in God.  Therefore, I choose to believe that which I know is scientifically impossible, spontaneous generation leading to evolution.” Dr. George Wald (Professor Emeritus of Biology, Harvard), Nobel Prize winner in Biology, 1971

Kutipan di atas lebih terpuji ketimbang ateis yang memformulasikan teori irasional untuk mendukung kepercayaan mereka, karena pernyataan di atas adalah jujur. Ada perbedaan yang jelas antara percaya bahwa Tuhan ada dan percaya akan Tuhan. Kita dapat percaya bahwa Tuhan ada, tetapi hati kita harus membuat pilihan apakah akan percaya terhadap Tuhan. Aku percaya bukti-buktinya cukup jelas untuk setiap pencari kebenaran. Bagiku, ketika aku melihat jejak kaki bebek dalam ilustrasi di atas, aku tidak punya cukup iman untuk percaya seseorang ingin mengerjaiku dengan merekayasa jejak kaki bebek, tetapi aku cuma punya sedikit iman untuk percaya bahwa seekor bebeklah yang membuat jejak kaki tersebut walaupun aku tidak melihatnya sendiri.

Advertisements
Published in: on February 7, 2010 at 4:42 pm  Leave a Comment  

The URI to TrackBack this entry is: https://ricksensw.wordpress.com/2010/02/07/jejak-kaki-bebek/trackback/

RSS feed for comments on this post.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: